HomeEntertainmentMengenal Komponen MOSFET dan Cara Pengukurannya

Mengenal Komponen MOSFET dan Cara Pengukurannya

Mengenal Komponen MOSFET dan Cara Pengukurannya

MOSFET (Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor) merupakan salah satu jenis Transistor yang memiliki impedansi mauskan (gate) sangat tinggi (Hampir tak berhingga) sehingga dengn menggunakan MOSFET sebagai Saklar Elektronik, memungkinkan untuk menghubungkannya dengan semua jenis Gerbang Logika. Dengan menjadikan MOSFET sebagai Saklar, maka dapat digunakan untuk mengendalikan beban dengan arus yang tinggi dan biaya yang lebih murah daripada menggunakan Transistor Bipolar. Untuk membuat MOSFET sebagai Saklar maka hanya menggunakan MOSFET pada kondisi saturasi (ON) dan kondisi cut-off (OFF).

MOSFET FET bentuk fisiknya seperti Transistor. Fungsinya adalah untuk menaikkan tegangan atau menurunkan tegangan.
FET memiliki tiga kaki juga yaitu :

• GATE (G) adalah Kaki Input
• DRAIN (D) adalah Kaki Output
• SOURCE (S) adalah Kaki Sumber

Fungsinya biasanya digunakan pada rangkaian Power Supply jenis Switching untuk menghasilkan tegangan tinggi untuk menggerakkan Trafo.

Susunan Kakinya biasanya sudah baku yaitu bila kita hadapkan FET ke arah kita maka urutan Kakinya dari kiri ke kanan adalah GATE, DRAIN, SOURCE.

• Contoh FET penaik tegangan : K 793, K 1117, K 1214, IRF 630, IRF 730, IRF 620, dll.
• Contoh FET penurun tegangan : IRF 9610, IRF 9630, dll (biasanya 4 angka u/ IRF)

Cara memeriksa Transistor FET (MOSFET)

Cara kerja FET hampir mirip dengan Transistor Bipolar (Transistor biasa yang sering kita jumpai). Jika Transistor Bipolar membutuhkan tegangan yang dapat menyediakan “Arus Drive” yang cukup untuk Basis agar dapat mengontrol arus Kolektor – Emitor. Maka FET hanya membutuhkan “Tegangan Drive” dan hampir tidak membutuhkan Arus Drive untuk Gate sama sekali untuk dapat mengontrol arus Source – Drain
Equivalen FET dengan Transistor Bipolar

Gate (G) = Basis (B)
Source (S) = Kolektor (C)
Drain (D) = Emitor (E)

Cara mengukur/memeriksa FET jenis positip

Ambil OHM-meter dan set pada posisi 10x
Pegang ujung Logam Probe Merah dengan ujung jari tangan kiri dan tempelkan (terus-menerus) pada kaki (D)
Tangan kanan pegang Probe Hitam tetapi jangan menyentuh ujung Probe (pegang plastiknya saja).
Probe Hitam tempelkan “sesaat” saja pada kaki (G)
Segera pindahkan Probe Hitam ke kaki (S), maka jarum harus menyimpang. Jika jarum tidak menyimpang berarti FET kehilangan faktor penguatannya.
Lepas Probe Hitam
Sentuh kaki (G) dengan ujung jari tangan, maka jarum harus tidak menyimpang sama sekali jika Probe Hitam ditempelkan ke kaki Source.
Jika jarum menyimpang berarti FET short atau bocor

Penjelasan.

(G) sebagai Kontrol Input mempunyai kapasitansi yang sangat kecil. Kapasitansi Gate ini dapat menyimpan muatan listrik.
Pada saat Probe Meter Hitam ditempelkan pada (G), maka kapasitansi Gate mendapat muatan positip. Tegangan positip ini menyebabkan resistansi antara (S) – (D) drops, sehingga jarum menyimpang .
Pada saat (D) disentuh dengan jari, maka muatan positip akan hilang terbuang lewat sentuhan jari. Dan resistasi antara (S) dan (D) akan berubah menjadi sangat besar sekali, sehingga jarum tidak menyimpang.

Jika anda membutuhkan komponen FET/Mosfet dengan part number atau type tertentu, silahkan kontak SMS/Whatsapp pada No. Berikut ini, 0856 2425 7039 atau BB.Pin. 542233A3/5498F2B7.
Untuk mengetahui update stock dan harga beberapa type Mosfet, anda bisa cek pada tautan berikut ini,

http://komponenelektronika.com/20-mosfet-transistor-irf-953…

Like like emoticon dan >>Share<< artikel ini jika bermanfaat untuk anda dan orang lain.

Komponen Elektronika like emoticon
http://KomponenElektronika.com
~Solusi Pencarian Komponen Elektronika ~

0856 2425 7039
BB.Pin. 542233A3/5498F2B7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>